credit by cherish

“Saya salah satu orang yg
percaya dengan takdir. Seperti
jatuh cinta pada pandangan
pertama, dan seperti ketika
saya berada di lampu lalu lintas
atau ketika saya naik kereta bawah tanah, saya akan merasa
tegang – jika seandainya saya
bertemu dengan takdiirku.

Pada akhirnya, suatu saat ketika
saya mengunjungi Rumah Sakit
secara teratur setelah
mengalami kecelakaan. Sepanjang
hidupku, aku tidak pernah
merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi saya
mengalaminya dengan
seseeorang yg bekerja di sana.
Setelah memikirkannya berulang
kali, saya memutuskan suatu hari
– itu adalah pertama kalinya dalam hidupku, saya menjadi
sangat tertarik seperti itu
kepada seseorang, jadi saya
pikir, saya harus melakukan
sesuatu tentang hal ini sebagai
seorang laki2.

Waktu itu aku belum terlalu lama
debut, tapi saya tetap seorang
idola,jadi butuh banyak
keberanian untuk melakukannya.
Akhiirnya saya melakukannya.
Aku menegurnya, dan dia melihatku utk pertama kalinya.
Aku mengulurkan HPku ke
arahnya, Saya bertanya
padanya apa ia bisa memasukkan
nomrnya ke HPku.

Saat itu ada bnyak seklai orang di sekitar, sehingga butuh banyak
keberanian bagi saya untuk
melakukan hal seperti itu. Dia
menatapku sebentar dan ragu-
ragu, salama tiga detik itu
sangat panjang, selama tiga detik dia ragu-ragu dan
kemudian berkata ‘Tidak bisa,
maaf saya tidak dapat
memberitahu Anda.” Saat itu
saya benar-benar malu. Pekerja
lain mlai bisik-bisik satu sama lain dan yg lain mulai tertarik, jadi
saya pergi dari tempat itu.

Tetapi saya bertanya-tanya,
“Apa2an ini. Untuk pertama
kalinya seorang pria mendapat
keberanian untukbertanya tapi
setelah ditolak sekali langsung
menyerah.’ Aku tidak bangga sama diriku sendiri, jdi saya
merencanakan sesuatu. Dalam
dramaLovers in Paris, Park ShinYoung pergi ke bioskop
tempt Kim Jung Eun kerja, dan
mengambl semua nomor antrian
lalu ngomong ke cewe itu “Ayo
kita pergi ke suatu tempat” trus
cewe itu jawb “saya lg kerja, kenapa kamu sperti ini?” Jadi
saya pikir saya harus bicara
dengannya sampai ia
memberikannya. Jadi aku ambil sekitar 10 nomr
dan bertanya ‘apakah kamu
ingat aku?” trus dia jawab
“Masih.” Lalu (mengehla napas)
Aku bilang “saya datang ke sini
lagi untuk ngomong ini, tolong kasih nomormu ke aku.’ dan utuk
beberapa saat, matanya
mengerjap.

Saya juga ga tau kenapa, tapi matanya mengerjap
sesaat. Jadi aku mikir “Oh
sesuatu bisa aja terjadi.’ Tapi dia bilang “Maafkan, tapi aku udah
punya pacar.” Lalu aku mikir,
takdir tidak ada dan saya pergi.
Dan waktu berlalu begitu aja,
tapi suatu hari, di sebuah acara
fansigning aku melihatnya di kejauhan. Mungkinkah ia sudah
putus dengan pacarnya dan
bahkan sekarang – dia datang
untuk memberitahuku untuk
bertemu lagi denganya… Jadi aku
pikir, ini bnar2 sebuah takdir. barisan sedikit demi sedikit mulai
berkurang, semakin bnyak orang
yg pergi, dan hatiku rasanya
ingin meledak. Saya lagi ngsih
tnda tangan, tapi aku bahkan
tidak tau apa yg ku tanda tangani! Dia semakin dkat dan
oh.. oh.. itu bukan barisan ku. Itu
adalah barisan di seblah
barisanku; yg berada di sebelah
saya adalah Eunhyuk hyung.
(Eunhyuk: *nyenderin badanya ke belakanga* Seorang pria
membutuhkan karisma.) Dia
duduk di sebelah sya, saya tidak
bisa mempercayainya. Dia (cewe
itu) nyamperin, memperkenalkan
dirinya dan bilang “Eunhyuk oppa aku sangat amat menyukaimu
(ngefans).’ dan utuk sesaat aku
merasa benar-benr kosong, saya
sangat terkejut dan bertanya-
tanya apakah ini mimpi. Jika ia
fansnya Siwon, aku ga bisa ngomong apa2, tapi diantara
semua orang, kenapa harus
Eunhyuk? Jadi sejak saat itu,
aku mulai tidak memprcayai
takdir.”

 

 

writed by twitter @IndonesiaWantSJ

posted by kimbyen

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDIT